no fucking license
Bookmark

Pedoman Kirim Artikel

Lentera Biru — Suara Intelektual Muda mengundang para penulis, pemikir, dan praktisi literasi untuk berbagi perspektif dalam bentuk tulisan yang mendalam dan bernyawa. Kami menerima naskah yang selaras dengan semangat nalar kritis dan kemanusiaan, yang dikemas dalam rubrik-rubrik berikut: Budaya, Kolom, Kajian, Sejarah, Ulasan, dan Lentera Bercerita.

Ketentuan Penulisan:

  • Panjang Tulisan: Artikel berkisar antara 600 hingga 900 kata, diketik rapi sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

  • Struktur Paragraf: Untuk menjaga kenyamanan membaca secara digital, kami menyarankan agar setiap paragraf tidak lebih dari 5 atau 6 baris.

  • Referensi: Wajib mencantumkan referensi atau daftar pustaka yang jelas jika tulisan merujuk pada karya ilmiah atau data tertentu.

Prosedur Pengiriman:

  1. Biodata & Foto: Pengiriman artikel wajib disertai dengan foto penulis (berkualitas baik) dan biodata singkat yang mencakup nama lengkap, institusi, pekerjaan, serta minat atau fokus kajian.

  2. Kontak & Media Sosial: Sertakan nomor WhatsApp yang aktif, serta akun media sosial (Instagram).

  3. Keaslian Karya: Artikel harus merupakan karya asli (bukan hasil plagiasi, penyuntingan, atau penerjemahan karya orang lain). Kami tidak mentolerir penulis yang mengirimkan naskah yang sama ke beberapa platform media secara bersamaan.

  4. Hak Redaksi: Setiap tulisan yang masuk sepenuhnya menjadi hak redaksi untuk disunting dan diputuskan kelayakannya untuk dimuat.

  5. Tenggat Waktu: Jika dalam kurun waktu satu minggu setelah pengiriman tulisan belum mendapatkan informasi pemuatan, penulis diperbolehkan untuk menarik kembali naskahnya.

Tata Cara Pengiriman Email: 

Kirimkan karya terbaik Anda melalui surel ke: lenterabiru37@gmail.com

  • Subjek Email: Judul Tulisan_Rubrik yang Dituju (Contoh: Masa Depan Literasi Digital_Kolom)

  • Badan Email: Sertakan deskripsi singkat atau sinopsis mengenai tulisan yang Anda kirimkan.


Mari bersama-sama merawat nalar dan menyalakan cahaya melalui narasi yang bermakna.

Posting Komentar