no fucking license

Archive

Middle

Lorem lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed tempor and vitality, so that the labor and sorrow, some important things to do eiusmod. For now passes from soccer.
64y6kMGBSVhmzQfbQP8oc9bYR1c2g7asOs4JOlci

Recent

Bookmark

PERSAGI Laporkan tersedianya Ahli Gizi, SPPG Masih Defisit Tenaga yang Menghambat MBG

Sumber: rmol.id

Lentera Biru, (27/11). Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) melaporkan bahwa ribuan ahli gizi tersedia di seluruh Indonesia, namun hingga kini sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih mengalami defisit tenaga. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik tentang mengapa kebutuhan SDM di lapangan belum terpenuhi, di mana hambatan terjadi, serta bagaimana ketidaksinkronan data dan penempatan tenaga ini dapat menghambat operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam rapat koordinasi lintas lembaga pada 21 November 2025, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa banyak dapur MBG tidak bisa beroperasi karena SPPG belum menempatkan ahli gizi.

“Saat ini di lapangan terjadi kelangkaan ahli gizi, banyak dapur MBG tidak bisa beroperasi karena salah satu syarat utama operasional SPPG adalah harus memiliki ahli gizi” ujarnya. (detiknews.com, 22/11/2025)

Sementara itu, Ketua Umum Persagi, Doddy Izwardy, menegaskan bahwa angka ahli gizi justru sangat mencukupi, masalahnya bukan kuantitas, melainkan distribusi dan penugasan.

“Enggak langka, Produksi pendidikan ahli gizi sampai 11 ribu setahun. Cuma kan kita tidak tahu mereka ada di mana” ungkapnya (law-justice.co, 22/11/2025).

Doddy menjelaskan bahwa Persagi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BGN pada 11 November 2025 untuk membantu menyalurkan ahli gizi ke SPPG yang masih kekurangan. Ia juga menyebut bahwa meski banyak anggota Persagi yang bersedia, proses pemindahan mereka ke SPPG terkendala oleh keputusan daerah.

“Apakah mereka bisa pindah ke SPPG, harus ada aturan dari Pak Bupati, Gubernur, seperti itu" tambahnya (law-justice.co, 22/11/2025).

Menurut data Kementerian Kesehatan, total ahli gizi yang tersebar di fasilitas kesehatan saat ini mencapai 34.048 orang, dengan potensi sekitar 18.998 tenaga dari Puskesmas yang bisa diperbantukan ke SPPG. Sebagian lulusan baru dari perguruan tinggi juga diharapkan untuk mengisi kekosongan, tetapi alih-alih digunakan secara penuh, beberapa tenaga masih berstatus sukarela atau belum ditempatkan (detiknews.com, 22/11/2025).

Di sisi lain, untuk mengatasi kelangkaan sarjana gizi, BGN mulai melonggarkan kualifikasi tenaga gizi yang bisa ditempatkan di SPPG. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut bahwa selain sarjana gizi, kini lulusan dari jurusan kesehatan masyarakat atau teknologi pangan yang memahami dasar gizi boleh diikutsertakan (Antaranews.com, 17/11/2025)

Perbedaan antara data dan kondisi lapangan menunjukkan bahwa masalah utama bukan kekurangan ahli gizi, melainkan ketidaksinkronan kebijakan, distribusi, dan penugasan antar lembaga. Jika tak segera dibenahi, operasional SPPG dan kualitas program Makan Bergizi Gratis terancam tidak optimal. Karena itu, harmonisasi data dan percepatan penempatan tenaga menjadi langkah mendesak agar ribuan ahli gizi yang tercatat benar-benar hadir di lapangan.


Penulis: Dennia Shinenauky Niza

Posting Komentar

Posting Komentar